Sabtu, 07 November 2009

SEDIKIT TENTANG RUH

Pada suatu hari Abu Bashir berada di Masjid A-Haram. la terpesona rnenyaksikan ribuan orang yang bergerak mengelilingi Kabah, mendengarkan gemuruh tahlil, tasbih, dan takbir mereka. Ia membayangkan betapa beruntungnya orang-orang itu. Mereka tentu akan mendapat pahala dan ampunan Tuhan. Imam Ja’far Al-Shadiq, tokoh spiritual yang terkenal dan salah seorang ulama besar dari keluarga Rasulullah saw, menyuruh Abu Bashir menutup matanya. Imam Ja’far mengusap wajahnya. Ketika ia membuka lagi matanya, ia terkejut. Di sekitar Ka’bah ia melihat banyak sekali binatang dalam berbagai jenisnya- mendengus, melolong, mengaum. Imam Ja’far berkata, “Betapa banyaknya lolongan atau teriakan; betapa sedikitnya yang haji.”



Apa yang disaksikan Abu Bashir pada kali yang pertama adalah tubuh-tubuh manusia. Apa yang dilihat kedua kalinya adalah bentuk-bentuk roh mereka. Kita adalah makhluk yang hidup di dua alam sekaligus. Tubuh kita hidup di alam fisik, terikat dalam ruang dan waktu. Para ulama menyebut alam fisik ini sebagai alam nasut, alam yang bisa kita lihat dan kita raba, Kita dapat menggunakan pancaindera kita untuk mencerapnya. Sementara itu, roh kita hidup di alam metafisik, tidak terikat dalam ruang dan waktu. Para ulama menyebut alam ini alam malakut. Menurut Al-Quran, bukan hanya manusia, tetapi segala sesuatu mempunyai malakut-nya. “Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya malakut segala sesuatu. Dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.’ (QS. Yasin 83); ‘Dan demikianlah kami perlihatkan kepada Ibrahim, malakut langit dan bumi.” (QS. Al-An’am 75)

Roh kita, karena berada di alam malakut, tidak dapat dilihat oleh mata lahir kita. Roh adalah bagian batiniah dari diri kita. Ia hanya dapat dilihat oleh mata batin.Ada sebagian di antara manusia yang dapat melihat roh dirinya atau orang lain. Mereka dapat menengok ke alam malakut. Kemampuan itu diperoleh karena mereka sudah melatih mata batinya dengan riyadhah kerohanian atau karena anugrah Allah (al-mawahib al-rabbaniyyah). Para Nabi, para walli, dan orang-orang saleh seringkali mendapat kesempatan melihat ke alam rnalakut itu.

Makanan Roh

Roh -seperti tubuh- juga dapat berada dalam berbagai keadaan. Imam Ali kw berkata, ‘Sesungguhnya tubuh mengalami enam keadaan; sehat, sakit, mati, hidup, tidur, dan bangun. Demikian pula roh. Hidupnya adalah ilmunya, matinya adalah kebodohannya., sakitnya adalah keraguannya, dan sehatnya adalah keyakinannya, tidurnya adalah kelalaiannya, dan bangunnya ialah penjagaannya.’ (BiharAl-Anwar 61:40)

Seperti tubuh, roh pun memerlukan makanan. Mulla Shadra tidak menyebutnya makanan. Ia menyebutnya rezeki. Ia berkata, ‘Setiap yang hidup perlu rezeki, dan rezeki arwah adalah cahaya-cahaya ilahiah dan ilmu-ilmu rabbaniah.’ (Mafatih AI-Ghaib 545)

Untuk meningkatkan kualitas roh, supaya ia sehat dan kuat, kita perlu memberikan kepadanya cahaya-cahaya ilahiah dalam bentuk zikir, doa, dan ibadat-ibadat lainnya seperti salat, puasa, dan haji. Pada Bulan Ramadhan, kita berusaha menerangi roh kita dengan berbagai makanan rohani. Kita mandikan roh kita dengan proses pensucian batin, seperti istighfar, mengendalikan hawa nafsu, dan menjauhi kemaksiatan. Karena itu Nabi saw bersabda, ‘Bulan Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan atas kamu puasanya dan disunnahkan bagimu bangun malamnya. Barangsiapa yang berpuasa dan melakukan salat malamnya dengan iman dan ikhlas, Tuhan akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (Dalam riwayat lain) la akan keluar dari dosa-dosanya seperti ketika ia keluar dari perut ibunya.’

Kita menghidupkan roh dengan ilmu-ilmu rabbaniah. Inilah yang kita maksud dengan dimensi intelektual dari keberagamaan kita. Ada ilmu-ilmu yang membantu kita untuk memelihara kesehatan tubuh kita seperti ilmu gizi, kedokteran, ekologi, dan sebagainya. Di samping itu, ada ilmu-ilmu yang menolong kita untuk menyehatkan roh kita: ilmu-ilmu tentang Al-Quran dan Sunnah (syariat), ilmu-ilmu tentang cara mendekatkan diri kita kepada Allah (thariqat), dan ilmu-ilmu berkenaan dengan pengalaman rohaniah (haqiqat).

Seperti tubuh, roh yang tidak diperhatikan dan dipelihara, roh yang kekurangan makanan akan menjadi roh yang lemah, sakit-sakitan, dan akan dikuasai setan. Roh yang sakit tampak dalam gejala-gejala seperti kegelisahan, keresahan, kebingungan, hidup yang tidak bermakna, hidup tanpa tujuan, kosongan eksistensial (existential vacuum). Pendeknya, roh yang sakit tampak dalam hidup yang tidak tentram. Al-Quran melukiskannya, ‘Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha 124); “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan diberikan kepadanya pet-unjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.’ (QS. Al-An’am 120).

Keindahan Roh

Seperti tubuh, arwah mempunyai rupa yang bermacam-macam: buruk atau indah; juga mempunyai bau yang berbeda: busuk atau harum. Rupa roh jauh lebih beragam dari rupa tubuh. Berkenaan dengan wajah lahiriah, kita dapat saja menyebut wajahnya mirip binatang, tapi pasti ia bukan binatang. Roh dapat betul-betul berupa binatang -babi atau kera. Tuhan berkata, ‘Katakanlah: apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk kedudukannya di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan penyembah Thagut? Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (Al-Maidah 60)

Al-Ghazali menulis: ‘Al-Khuluq dan Al-Khalq kedua-duanya digunakan. Misalnya si Fulan mempunyai khuluq dan khalq yang indah -yakni indah lahir dan batin. Yang dimaksud dengan khalq adalah bentuk lahir, yang dimaksud dengan khuluq adalah bentuk batin. Karena manusia terdiri dari tubuh yang mencerap dengan mata lahir dan roh yang mencerap dengan mata batin. Keduanya mempunyai rupa dan bentuk baik jelek maupun indah. Roh yang mencerap dengan mata batin memiliki kemampuan yang lebih besar dari tubuh yang mencerap dengan mata lahir. Karena itulah Allah memuliakan roh dengan menisbahkan kepada diri-Nya. Ia bersabda, ‘Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, Aku menjadikan manusia dan’ tanah. Maka apabila telah kusempurna kan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya rohku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.’(QS. Shad 71-72). Allah menunjukkan bahwa jasad berasal dari tanah dan roh dari Tuhan semesta alam. (Ihya Ulum Al-Din, 3:58).

Khuluq -dalam bahasa Arab- berarti akhlak. Roh kita menjadi indah dengan akhlak yang baik dan menjadi buruk dengan akhlak yang buruk. Dalam teori akhlak dari Al-Ghazali, orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, akan memiliki roh yang berbentuk babi; orang yang pendengki dan pendendam akan memiliki roh yang berbentuk binatang buas; orang yang selalu mencari dalih buat membenarkan kemaksiatannya akan mempunyai roh yang berbentuk setan (monster) dan seterusnya.

Ketika turun ke bumi, karena berasal dari Mahasuci, roh kita dalam keadaan suci. Ketika kita kembali kepadanya, roh kita datang dalam bentuk bermacam-macam. Ketika pohon pisang lahir ke dunia, ia lahir sebagai pohon pisang. Ketika mati, ia kembali sebagai pohon pisang lagi. Ketika manusia lahir, ia lahir sebagai manusia. Ketika mati, ia kembali kepada Tuhan dalam berbagai bentuk, tidak hanya dalam bentuk manusia saja. Ia dapat kembali dalam bentuk binatang, setan, atau cahaya.

Walhasil, untuk memperindah bentuk roh kita, kita harus melatihkan akhlak yang baik. Meningkatkan kualitas spiritual, berarti mernperindah akhlak kita. Kita menyimpulkan prinsip ini dalam doa ketika bercermin. “Allahumma kama ahsanta khalqi fa hassin khuluqi.’ (Ya Allah, sebagaimana Engkau indahkan tubuhku, indahkan juga akhlakku).

Roh dalam Maut

Kita kutipkan di sini hadits yang panjang;

“Kami sedang mengantarkan jenazah di Baqi. Kemudian datanglah Nabi dan duduk bersama kami di dekat jenazah. Kami tundukkan kepala kami seakan-akan burung hinggap di atasnya. Ia berkata: Aku berlindung dari siksa kubur, 3X. Sesungguhnya manusia mukmin ketika hendak memasuki akhirat dan meninggalkan dunia, turunlah malaikat kepadanya dengan wajah yang bersinar seperti cahaya matahari. Mereka duduk di dekat rnayit sepanjang mata memandang. Lalu datanglah malakal maut dan duduk di dekat kepalanya danberkata: Hai roh yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaannya. Maka keluarlah roh itu mengalir seperti rnengalirnya tetesan air dari mulut cerek. Malaikat maut mengambilnya. Apabila ia sudah mengambilnya, ia tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap mata pun sampai ia menyimpannya di dalam kafan. Dari roh itu keluarlah bau harum semerbak memenuhi permukaan bumi. Para malaikat naik membawa roh itu. Setiap kali mereka rnelewati kelompok malaikat yang lain, mereka ditanya, ‘Siapa roh yang baik ini?’ Mereka menyebut Fulan bin Fulan dengan nama-nama yang indah yang diperolehnya di dunia. Ketika sampai di langit dunia, dibukakanlah pintu baginya. Pada setiap langit, malaikat mengantarkannya sampai ke langit berikutnya dan seterusnya sampai ke Allah Ta’ala.

Allah berfirman: ‘Tuliskan kitab hamba-Ku di tempat yang tinggi. Kembalikan dia ke bumi karena aku menciptakannya dari bumi, mengembalikannya ke bumi, dan mengeluarkannya dari bumi sekali lagi. Lalu rohnya dikembalikan ke jasadnya. Dua malaikat datang dan duduk bersamanya seraya berkata: Siapa Tuhanmu? Ia berkata: Tuhanku Allah. Apa agamamu? Agamaku Islam. Siapa laki-laki yang diutus kepadamu? Rasulullah. Darimana kamu mengetahui hal ini? Aku membaca Kitabullah, beriman kepadanya, dan membenarkannya. Seorang penyeru berseru dari langit: Benar hambaku. Hamparkan baginya tikar darisurga. Bukakan baginya pintu dari surga. Lalu angin dan semerbak surgadatang kepadanya. Kuburan dilegakan seluas pandangan mata. Seseorang yang berwajah cantik datang kepadanya dengan baju yang indah dan bau yang harum. Ia berkata: Bergembiralah dengan apa-apa yang akan membahagiakan kamu. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu. Mayit bertanya: siapakah kamu? Wajahmu wajah yang membawa kebaikan. Ia berkata: Saya. amal shalehmu. Iaberkata: Tuhanku, tegakkanlah hari kiamat supaya aku kembali kepada keluargaku dan kekayaanku.

Bila seorang kafir meninggalkan dunia dan memasuki akhirat, dari langit turunlah malaikat berwajah buruk dan membawa kain yang buruk. Mereka duduk di dekat mayit sepanjang mata memandang. Lalu datanglah malakal maut dan duduk di dekat kepalanya dan berkata: Hai roh yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.. Malaikat maut mencabut nyawanya seperti sisir besi mencabuti bulu yang basah. Mailakat maut mengambilnya. Apabila ia sudah mengarnbilnya, ia tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap mata pun sampai ia menyimpannya di dalam kain buruk itu. Dari roh itu keluar bau yang lebih busuk dari bau bangkai dan memenuhi permukaan bumi. Para malaikat naik mernbawa roh itu. Setiap kali mereka melewati kelompok malaikat yang lain mereka ditanya. “Siapa roh yang buruk ini”? Mereka menjawab; Fulan bin Fulan dan menyebutnya dengan nama-nama yang buruk yang diperolehnya dari dunia. Ketika ia sampai ke langit dunia, ia minta dibukakan pintu langit, tetapi tidak dibukakan kepadanya. Kemudian. Rasulullah saw membaca ayat Al-Quran, “Sesingguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan kepada mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga, seperti tidak mungkinnya unta masuk ke lubang jarum. (QS. Al-A’raf 40)

Allah berfirman, ‘Tuliskan kitabnya di bumi yang paling rendah.’ Maka dilemparkanlah rohnya. Kemudian Nabi membaca ayat Al-Quran, ‘Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. AI-Haj 31) Lalu rohnya dikembalikan ke jasadnya. Dua malaikat datang dan duduk bersamanya, seraya berkata: Siapa Tuhanmu? Ia berkata: Ah, aku tidak tahu. Seorang penyeru berteriak dari langit: Bohong hambaku. Hamparkan kepadanya tikar dari api neraka. Bukakan baginya pintu neraka. Panas dan keringnya neraka mendatanginya. Kuburannya disempitkan sampai pecah tulang-tulangnya. Seseorang yang berwajah buruk, berpakaian buruk, berbau busuk datang kepadanya dan berkata: Terimalah berita yang menyusahkan kamu. Inilah hari yang telah dijanjikan kepadamu. Mayit bertanya, ‘Siapakah kamu? Wajahmu wajah yang membawa keburukan.’ Ia menjawab, ‘Aku amalmu yang buruk.’ Mayit itu berkata: Tuhanku jangan tegakkan hari kiamat. (Ibn Qayyim Al-Jawziyyah, Al-Roh hal 44-45).


Wallahu’alambishawab

tulisan DR. Jalaluddin Rakhmat

YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Jumat, 06 November 2009

QARUN : pemegang kunci perbendaharaan

"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi ...

Naudzubillah, apakah negeri ini menuju kepada ancaman di atas, ketika tiga pilar penggerak masyarakat bahu membahu membuat kerusakan di muka bumi ... wallahu'alam



Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.
Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.
Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"
Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."
Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.
Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."
PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN
Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu'min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.
"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (al-`Ankabut: 39-40)
Penyebutan dalam surah al-Mu'min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya."Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.'" (al-Mu'min:23-24)


sumber : mailist dan blog temen temen di dunia maya

YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Jumat, 30 Oktober 2009

SUDAH HAJI KAH ANDA ... ???

Ceritakan kepadaku,
Bagaimana engkau telah menunaikan Haji,
Bagaimana engkau memuliakan tanah suci,


Setelah melepas pakaian
Dan mengenakan baju ihram
Apakah juga telah engkau tanggalkan
Setiap sesuatu yg lebih hina dari Alloh Yang Maha Besar

Apakah di saat menyerukan “labaika”
Engkau kumandangkan dengan pengetahuan dan penuh takzim
Diiringi kepatuhan seperti Ibrahim

Ketika engkau di arafah
Ketika sedemikian hamper kepada Allah aza wa jalla
Tidakkah engkau ber-has

Ketika engkau memasuki ka’bah
Sudahkah di buang sikap mementingkan diri sendiri
Disertai ketakutan akan hokum Illahi di pengadilan nanti

Ketika melempar berhala
Apakah kau pandang berhala itu sebagai syetandan setelah itu engkau hindari setiap kejahatan

Ketika engkau menyembelih hewan
Untuk yg lapar dan anak yatim
Apakah Alloh yang pertama engkau pikirkan
Dan setelahnya engkau bunuh ketamakan dalam dirimu

Ketika berdiri di makam Ibrahim
Apakah engkau bersandar hanya kepada Alloh semata
Dengan ketulusan dan hati yang teguh

Ketika engkau thawaf
Mengelilingi ka’bah
Tidakkah engkau ingat bahwa semua malaikat
Senantiasa thawaf mengelilingi bumi

Ketika engkau sya’i
Berlari antara shafa dan marwa
Apakah engkau bersungguh sungguh untuk menjadi suci

Ketika engkau kembali dari Mekkah
Tidakkah ke”AKU”an kamu terkubur di sana

JiKa SeMua iTu eNGKau JaWaB … TIDAK

Engkau belum berhaji
Uang yang kau hamburkan
Baru membeli kekerasan dan kepanasan padang pasir


SeLaMaT MeNuNaiKaN iBaDaH HaJi
SeMoGa MeNJaDi HaJi YaNG MaBRuR ….

ADAPTASI DARI : SeBuaH Sya’iR NaSHeR KHoSRoW

YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Minggu, 25 Oktober 2009

BAL'AM BIN BAURAH - PROFIL ULAMA DUNIAWI

Bal'am adalah seorang ulama bani Israil di jaman nabi Musa as. Ia terkenal karena ilmunya luas dan do'anya mustajab. Di dalam mengahadapi berbagai kesulitan, Bal'am sering ditonjolkan oleh kaumnya. Suatu ketika Bal'am diutus oleh nabi Musa menemui raja Madyan, menyeru kepadanya supaya mengikuti agama nabi Musa, yaitu menyembah Allah Rabbul Alamin. Tetapi dalam menunaikan tugas dakwahnya, ia termasuk indisipliner dan tidak istiqamah. Bal'am dirayu dengan harta dunia oleh sang raja, diberi hadiah tanah pertanian yang luas, disodorkan wanita cantik dan kedudukan, lalu ia murtad dan mengikuti kepercayaan yang dianut oleh sang raja itu.



Di suatu hari, ketika Musa as. bersama pengikutnya bertekad hendak membasmi kaum Jabarin, Bal'am yang telah murtad dari agama Tauhid didatangi oleh kaumnya, kemudian membujuknya dengan mengatakan, "Wahai Bal'am sesungguhnya Musa adalah seorang yang kuat dan keras serta mempunyai tentara yang banyak. Apabila ia dapat mengalahkan kita, pasti kita akan dibinasakan. Karena itu berdo'alah agar Musa dan tentaranya dihalau dari kami."
"Jika aku berdo'a kepada Allah untuk menghalau Musa dan para sahabatnya, maka akan binasalah dunia dan akhiratku" jawab Bal'am. Akan tetapi kaumnya tetap mendesak, dengan berbagai bujuk rayu, sehingga akhirnya Bal'am menuruti kehendak kaumnya.
Tentang kisah ini, Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Salim bin Nadher, menceritakannya dengan lebih jelas dan rinci.
Ketika Musa as menyerbu Bani Kan'an di Syam, ia bersama tentaranya langsung menuju daerah kaum Bal'am. Maka kaumnya datang menemui Bal'am sambil mengadu, "Musa bin Imran bersama bani Israil telah datang untuk mengusir kami dari negeri ini. Mereka akan membunuh kami dan menempatkan bani Israil disini, padahal kami kaummu sendiri tidak punya tempat tinggal. Sedang kau adalah seorang yang mustajab do'anya, karena itu keluarlah dan berdo'alah untuk kami, supaya Allah membinasakan mereka."
"Celaka kalian," jawab Bal'am. Selanjutnya ia menjelaskan pada kaumnya, "Itu Nabiyullah bersama para Malaikat dan kaum Mukminin, bagaimana aku akan mendo'akan mereka padahal aku telah mengetahui dari Allah, apa yang aku ketahui. Mendengar jawaban Bal'am, kaumnya berkata: "Lalu bagaimanakah dengan kami yang tidak memnpunyai tempat tinggal?"
Mereka terus mengharap dan minta tolong kepada Bal'am sehingga ulama murtad itu terpengaruh dan menyanggupi permintaan mereka. Bal'am berangkat mengendarai hemarnya, pergi ke sebuah gunung yang dari situ dia dapat melihat tentara bani Israil, yaitu gunung Guslan. Ketika dalam perjalanan tiba-tiba hemar itu berhenti, maka turunlah Bal'am lalu memukulnya hingga bangkit dan dikendarainya lagi. Tiba-tiba binatang itu duduk lagi, maka dipukulnya lagi sehingga Allah mengizinkan binatang itu berbicara, "Celaka anda wahai Bal'am, kemana anda akan pergi? Apakah anda tidak melihat malaikat di depanku, menghalangi agar aku tidak boleh terus berjalan? Apakah anda akan mendo'akan Nabiyullah dan kaum Mukminin?
Tetapi Bal'am tetap saja memukul dan memaksa hemar binatang tunggangannya itu, sehingga Allah terus membiarkan ia berjalan. Dan ketika ia telah dapat melihat tentara Musa beserta Bani Israil ia mulai berdo`a. Setiap kali ia mulai berdo'a untuk membinasakan nabi Musa dan sahabat-sahabatnya, terbalik lidahnya kepada kaumnya. Dan tiada berdo`a baik untuk kaumnya, malainkan terbalik lidahnya untuk bani Israil, sehingga ditegur oleh kaumnya.
"Ya Bal'am, tahukah anda apa yang anda perbuat? Mendo'akan baik bagi mereka dan mendo'akan binasa bagi kami?"
"Hanya itulah yang dapat aku lakukan" jawab Bal'am. Kemudian lidahnya menjulur keluar hingga mencapai dada panjangnya. Lalu ia berkata. Kini aku telah rugi dunia dan akhirat, dan tiada daya bagimu kecuali tipu daya dan siasat. Hiasilah kaum wanitamu dan perintahkan pada mereka membawa dagangan ke laskar Musa dan Bani Israil supaya berjualan di sana, dan anjurkan kepada mereka untuk tidak menolak siapapun dari bani Israil jika akan berbuat lacur (zina) dengan mereka. Sebab seorang saja yang berzina dari mereka itu sudah cukup."
Ketika wanita-wanita itu telah memasuki daerah laskar bani Israil, seorang wanita bangsawan Kan'an berjalan melewati seorang pemuka bani Israil bernama Zumri bin Sulum, pemimpin dari turunan Syani'un bin Ya'kub as. Pada saat memandang wanita cantik itu dengan rambutnya yang terurai, segera ia bangkit dan menggandeng tangannya membawa ke hadapan nabi Musa as. dan berkata lancang pada nabinya sendiri, "Saya yakin anda akan mengatakan bahwa wanita ini haram atasku dan melarang aku mendekatinya."
"Benar, ia haram atasmu," jawab Nabi Musa.
Zumri berkata, "Demi Allah, saya tidak taat kepadamu dalam hal ini".
Lalu wanita itu dibawa masuk ke kemahnya dan melepaskan nafsu birahinya. Seketika itu juga Allah menurunkan wabah thaa'un di kalangan bani Israil. Sedangkan pada waktu itu Fanhash, panglima yang dipercaya oleh Musa, tidak ada di tempat.
Sewaktu menjalar wabah thaa'un dan berita mengenai kasus Zumri tadi disampaikan kepadanya, segera ia membawa tombaknya memasuki kemah, selanjutnya menusuk tubuh kedua orang yang sedang berzina itu, hingga tembus. Sambil keluar, Fanhash mengangkat tubuh mereka di ujung tombak, seraya menatap langit dan berdo'a: "Ya Allah demikianlah hukuman kami terhadap orang yang bermaksiat kepada-Mu."
Maka dengan rahmat-Nya seketika penyakit itu musnah dari mereka. Kemudian dihitung yang mati karena wabah kolera selama Zumri berbuat dosa hingga dibunuh oleh Fanhash, sebanyak 70.000 orang. Ada yang mengurangi bilangannya menyatakan 20.000 orang pada waktu sesaat di siang hari.
Di dalam Mukhtashar Ibnu Katsir, yang daripadanya kami nukilkan kisah di atas dikatakan: - ayat 175-176 surat Al-A'raf diturunkan, berkenaan dengan kisah Bal'am.
"Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka berita yang kami berikan kepada ayat-ayat Kami, kemudian ia tidak mengindahkannya lantas ia digoda oleh syaitan, maka ia termasuk orang yang sesat. Dan kalau Kami kehendaki, tentu kami dapat tinggikan derajatnya dengan mengikuti ayat-ayat-Ku itu, tetapi ia condong kepada kesenangan dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Perumpamaannya seperti anjing; jika kau halau dijulurkannya lidahnya, dan jika engkau biarkan saja maka dijulurkannya pula lidahnya. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka menzalimi diri sendiri". (QS Al-A'raf [7]: 175-176)
Ayat ini diturunkan dan menceritakan kisah Bal'am, untuk mengingatkan kepada kita, meskipun orang itu telah mempunyai ilmu yang tinggi sebagaimana ilmunya para Nabi, tetapi ia maksiat lalu hatinya condong pada dunia, maka akhirnya bernasib sebagaimana Bal'am yang disebut oleh Allah, "Bagaikan anjing yang selalu menjulurkan lidahnya dalam segala hal". Menjilat-jilat bagai anjing, tak berguna baginya segala peringatan, ancaman, dan nasehat, tidak berguna baginya iman dan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, orang-orang shalih menasehatkan: "Manakala engkau menyaksikan seorang dapat berjalan diatas air, atau terbang di udara janganlah engkau sampai terpedaya karena ulahnya sebelum engkau lihat perbuatannya sesuai dengan kitab Allah atau tidak".
Itulah kisah Bal'am. Jika seorang telah terpedaya oleh harta dan kedudukan, maka harga dirinya hilang dan agamanya termakan oleh keserakahannya.
Ambisi dan keserakahan adalah dua hal yang dapat menjerumuskan manusia, bahkan yang bergelar ulama sekalipun ke dalam jurang kebinasaan. Dia tidak akan peduli berapa banyak harta yang akan dihabiskan untuk meraih ambisinya. Bahkan tidak peduli berapa banyak kaum muslimin yang menemui kebinasaan, berapa banyak negara yang porak poranda, yang penting ambisinya terpenuhi, popularitasnya meningkat dan hartanya menggunung.

ADAPTED FROM :
Irfan S. Awwas - 10 Musuh Cita-cita Mujahid fi Sabilillah; Wihdah Press, Yogyakarta
Cetakan Pertama, September 1996

YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Sabtu, 24 Oktober 2009

HAMAN SANG ARSITEK FIR'AUN

Nama "Haman" tidaklah diketahui hingga dipecahkannya huruf hiroglif Mesir di abad ke-19. Ketika hiroglif terpecahkan, diketahui bahwa Haman adalah seorang pembantu dekat Fir’aun, dan “pemimpin pekerja batu pahat". (Gambar ini memperlihatkan para pekerja bangunan Mesir kuno). Hal teramat penting di sini adalah bahwa Haman disebut dalam Al Qur'an sebagai orang yang mengarahkan pendirian bangunan atas perintah Fir’aun. Ini berarti bahwa keterangan yang tidak bisa diketahui oleh siapa pun di masa itu telah diberikan oleh Al Qur'an, satu hal yang paling patut dicermati.



Al Qur'an mengisahkan kehidupan Nabi Musa AS dengan sangat jelas. Tatkala memaparkan perselisihan dengan Fir'aun dan urusannya dengan Bani Israil, Al Qur'an menyingkap berlimpah keterangan tentang Mesir kuno. Pentingnya banyak babak bersejarah ini hanya baru-baru ini menjadi perhatian para pakar dunia. Ketika seseorang memperhatikan babak-babak bersejarah ini dengan pertimbangan, seketika akan menjadi jelas bahwa Al Qur'an, dan sumber pengetahuan yang dikandungnya, telah diwahyukan oleh Allah Yang Mahatahu dikarenakan Al Qur'an bersesuaian langsung dengan seluruh penemuan besar di bidang ilmu pengetahuan, sejarah dan kepurbakalaan di masa kini.

Satu contoh pengetahuan ini dapat ditemukan dalam paparan Al Qur'an tentang Haman: seorang pelaku yang namanya disebut di dalam Al Qur'an, bersama dengan Fir'aun. Ia disebut di enam tempat berbeda dalam Al Qur'an, di mana Al Qur'an memberitahu kita bahwa ia adalah salah satu dari sekutu terdekat Fir'aun.

Anehnya, nama “Haman” tidak pernah disebutkan dalam bagian-bagian Taurat yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Musa AS. Tetapi, penyebutan Haman dapat ditemukan di bab-bab terakhir Perjanjian Lama sebagai pembantu raja Babilonia yang melakukan banyak kekejaman terhadap Bani Israil kira-kira 1.100 tahun setelah Nabi Musa AS. Al Qur'an, yang jauh lebih bersesuaian dengan penemuan-penemuan kepurbakalaan masa kini, benar-benar memuat kata “Haman” yang merujuk pada masa hidup Nabi Musa AS.

Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan terhadap Kitab Suci Islam oleh sejumlah kalangan di luar Muslim terbantahkan tatkala naskah hiroglif dipecahkan, sekitar 200 tahun silam, dan nama “Haman” ditemukan di naskah-naskah kuno itu. Hingga abad ke-18, tulisan dan prasasti Mesir kuno tidak dapat dipahami. Bahasa Mesir kuno tersusun atas lambang-lambang dan bukan kata-kata, yakni berupa hiroglifik. Gambar-gambar ini, yang memaparkan kisah dan membukukan catatan peristiwa-peristiwa penting sebagaimana kegunaan kata di zaman modern, biasanya diukir pada batu dan banyak contoh masih terawetkan berabad-abad. Dengan tersebarnya agama Nasrani dan pengaruh budaya lainnya di abad ke-2 dan ke-3, Mesir meninggalkan kepercayaan kunonya beserta tulisan hiroglif yang berkaitan erat dengan tatanan kepercayaan yang kini telah mati itu. Contoh terakhir penggunaan tulisan hiroglif yang diketahui adalah sebuah prasasti dari tahun 394. Bahasa gambar dan lambang telah terlupakan, menyisakan tak seorang pun yang dapat membaca dan memahaminya. Sudah tentu hal ini menjadikan pengkajian sejarah dan kepurbakalaan nyaris mustahil. Keadaan ini tidak berubah hingga sekitar 2 abad silam.

Pada tahun 1799, kegembiraan besar terjadi di kalangan sejarawan dan pakar lainnya, rahasia hiroglif Mesir kuno terpecahkan melalui penemuan sebuah prasasti yang disebut “Batu Rosetta.” Penemuan mengejutkan ini berasal dari tahun 196 SM. Nilai penting prasasti ini adalah ditulisnya prasasti tersebut dalam tiga bentuk tulisan: hiroglif, demotik (bentuk sederhana tulisan tangan bersambung Mesir kuno) dan Yunani. Dengan bantuan naskah Yunani, tulisan Mesir kuno diterjemahkan. Penerjemahan prasasti ini diselesaikan oleh orang Prancis bernama Jean-Françoise Champollion. Dengan demikian, sebuah bahasa yang telah terlupakan dan aneka peristiwa yang dikisahkannya terungkap. Dengan cara ini, banyak pengetahuan tentang peradaban, agama dan kehidupan masyarakat Mesir kuno menjadi tersedia bagi umat manusia dan hal ini membuka jalan kepada pengetahuan yang lebih banyak tentang babak penting dalam sejarah umat manusia ini.

Melalui penerjemahan hiroglif, sebuah pengetahuan penting tersingkap: nama “Haman” benar-benar disebut dalam prasasti-prasasti Mesir. Nama ini tercantum pada sebuah tugu di Museum Hof di Wina. Tulisan yang sama ini juga menyebutkan hubungan dekat antara Haman dan Fir'aun. 1

Dalam kamus People in the New Kingdom , yang disusun berdasarkan keseluruhan kumpulan prasasti tersebut, Haman disebut sebagai “pemimpin para pekerja batu pahat”. 2

Temuan ini mengungkap kebenaran sangat penting: Berbeda dengan pernyataan keliru para penentang Al Qur'an, Haman adalah seseorang yang hidup di Mesir pada zaman Nabi Musa AS. Ia dekat dengan Fir'aun dan terlibat dalam pekerjaan membuat bangunan, persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qur'an
.
Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (QS. Al Qashas, 28:38)

Ayat dalam Al Qur'an tersebut yang mengisahkan peristiwa di mana Fir'aun meminta Haman mendirikan menara bersesuaian sempurna dengan penemuan purbakala ini. Melalui penemuan luar biasa ini, sanggahan-sanggahan tak beralasan dari para penentang Al Qur'an terbukti keliru dan tidak bernilai intelektual.

Secara menakjubkan, Al Qur'an menyampaikan kepada kita pengetahuan sejarah yang tak mungkin dimiliki atau diketahui di masa Nabi Muhammad SAW. Hiroglif tidak mampu dipecahkan hingga akhir tahun 1700-an sehingga pengetahuan tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya di masa itu dari sumber-sumber Mesir. Ketika nama “Haman” ditemukan dalam prasasti-prasasti kuno tersebut, ini menjadi bukti lagi bagi kebenaran mutlak Firman Allah.

Note :
1. Walter Wreszinski, Aegyptische Inschriften aus dem K.K. Hof Museum in Wien, 1906, J. C. Hinrichs' sche Buchhandlung
2. Hermann Ranke, Die Ägyptischen Personennamen, Verzeichnis der Namen, Verlag Von J. J. Augustin in Glückstadt, Band I, 1935, Band II, 1952

dari artikel HARUN YAHYA di SERUAN PADA KEBENARAN

YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Sabtu, 19 September 2009


SeLaMaT HaRi RaYa ieD aL-FiTHRi 1430 H, MoHoN MaaF LaHiR BaTHiN .. semoga kembali kepada kesucian FITHRI, JIWA yang senantiasa cenderung pada Kebenaran Illahi sampai terbit FAJAR kehidupan nanti di ALAM ABADI ... aamiin yaa Mujabi Du'a ... SHaLaWaT 'aLa NaBi !!!



YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Senin, 14 September 2009

MUDIK RUHANI


Mudik, adalah sebuah kata yang memiliki makna khusus dalam kultur budaya ummat Islam, khususnya di Indonesia. Mudik telah menjadi sebuah ritus sosial, dimana orang orang rela mengalami beragam kesulitan di perjalanan untuk sebuah tujuan "sampai di kampung halaman". Berdesakan dalam kendaraan umum, kelelahan akibat perjalanan panjang, panas, pengap, dan beragam kesulitan lainnya dengan tabah dihadapi, dijalani, bahkan kemudian dinikmati sebagai sebuah harga yang harus di bayar untuk sebuah kenikmatan yang tak bisa dinilai dengan uang, silaturahmi dan penghargaan dari handai taulan di kampung halaman.

Sungguh luar biasa, bagaimana sebuah kata menjadi ajang perekat persaudaraan, sebagai anak manusia yang mengalami dan menghadapi kesulitan bersama. Tanpa ragu orang saling menyapa, mengulurkan tangan, dan saling memberi bantuan dengan satu ikatan kata, MUDIK.
Sebuah fenomena mencengangkan dan sekaligus mengharukan ketika melihat gelombang manusia dengan arus kendaraan yang beragam bergerak dengan satu tujuan yang sama "pulang kampung".

Sampai di situ aku dipaksa untuk merenungkan makna hakiki di balik semuanya itu. Mudik dalam pikiranku nampaknya menjadi seperti kondisi fitri manusia yang senantiasa merindukan kampung halamannya. Bukankah perjalanan hidup manusia di duniapun menjadi sebuah perjalanan "mudik" menuju ke kampung halaman abadi, alam akhirat yang menjadi tujuan akhir kehidupan manusia ?

Akan tetapi, sungguh mengherankan ketika manusia dengan tanpa rasa putus asa berani dan siap menghadapi beragam kesulitan dalam perjalanan "mudik jasmaniah", tetapi banyak yang putus asa menjalani perjalanan "mudik ruhaniah". Untuk urusan "mudik jasmaniah", mereka mempersiapkan jauh hari sebelumnya, sedangkan untuk urusan "mudik ruhaniah" manusia cenderung lalai dan seolah melupakannya. Pedahal perjalanan mudik ke kampung halaman abadi jauh lebih mulia dan memiliki makna.

Jika manusia mempersiapkan diri untuk mudik jasmani sekedar agar dipandang sebagai orang yang "telah berhasil" dan layak mendapat penghormatan dan pengakuan dari penduduk kampungnya. Kenapa untuk menjadi orang yang "berhasil" di perantauan dan mendapat kehormatan di "kampung halaman abadi" mereka tidak mempersiapkan dengan sepenuh hati. Pedahal perjalanan "mudik ruhaniah" adalah jauh lebih layak untuk dihadapi dengan ketegaran dan persiapan matang, karena kembalinya manusia dari "perantauan" ke "kampung halaman abadi" adalah "mudik" terakhir yang dilakukan. Sehingga jauh menuntut kepada adanya persiapan yang matang dan penuh kesungguhan. Benarlah sabda Sang Nabi Suci : "siapa yang sadar akan jauh dan beratnya perjalanan, maka dia akan mempersiapkan dengan matang dan penuh perhitungan".


YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Sabtu, 12 September 2009

MUSYAWARAH

Musyawarah secara bahasa terbentuk dari huruf sy – waw – ra yang makna awalna adalah “mengeluarkan madu dari sarang lebah”. Dari makna dasar ini paling tidak ada dua hal yang kemudian bisa dimengerti, yaitu :


Pertama, sebuah musyawarah mestilah menghasilkan atau mengeluarkan product berupa sesuatu yang baik, bahkan yang terbaik. Bukankah madu adalah makanan yang baik, tidak saja manis, tetapi juga menjadi obat yang menyehatkan.

Kedua, sebagaimana lebah, maka pelaku musyawarah mestilah orang orang yang bersih, yang tidak memakan makanan yang kotor –haram-, bukankah lebah hanya memakan sari bunga ? Sebagaimana lebah, mereka haruslah orang orang yang memiliki disiplin, dedikasi dan loyalitas tinggi. Bukankah lebah adalah makhluk yang demikian, bahkan sengatannya bisa menjadi alat pengobatan. Lebah tidak pernah mengganggu kecuali di serang terlebih dahulu, mereka memiliki disiplin dan profesionalisme kerja yang mengagumkan. Memiliki dedikasi dan sikap loyal yang menakjubkan.

Di titik inilah, kita bisa memahami ungkapan Nabi yang mewasiatkan : “ janganlah kamu bermusyawarah dengan PENAKUT, karena dia mempersempit JALAN KELUAR. Jangan juga dengan orang yang KIKIR, karena akan menghambat dari TUJUAN. Jangan juga dengan seorang yang PENUH AMBISI, karena akan MEMPERINDAH KEBURUKAN sesuatu. Ketahuilah, bahwa TAKUT, KIKIR, dan AMBISI semuanya bermuara pada PRASANGKA BURUK kepada Aloh SWT.

Didalam keterangan lain, Imam Ja’far mengatakan : “bermusyawarahlah kalian dengan orang yang memiliki lima hal, yaitu : Berakal Jernih, Lapang Dada, Berpengalaman luas, memiliki empaty dan perhatian, serta Taqwa.”

Wallahu'alam

Note :
Yang ngabisin biaya 11 M kemaren sudah seperti ini ga ya ... ??? @#$%^&*



YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

Senin, 07 September 2009

AWALI DENGAN SATU LANGKAH

Dalam hidup, seringkali kita dihadapkan pada situasi yang serba buntu, hanya karena kita ingin mengambil sebuah langkah besar untuk menyelesaikan persoalan, langkah raksasa, big action. Akibatnya, masalah kita nampak sedemikian besar, rumit, dan tidak terselesaikan. Hasilnya anda hanya termenung dan tidak bergerak.

Kenapa anda tidak mencoba untuk bersabar sedikit, perhatikan tantangan anda,
tidakkah justru lebih memungkinkan untuk mengambil langkah langkah kecil dan tidak berusaha menelan semua masalah dan tantangan anda sekaligus ?? Langkah kecil demi langkah kecil adalah cukup, asalkan anda tidak berhenti adalah cukup, tinimbang anda bermimpi menyelesaikan tantangan anda sekaligus dengan sebuah action. Karena alih alih permasalahan anda terselesaikan, anda malah bisa dilanda rasa frustasi karena rumitnya persoalan yang dihadapi.

Tetaplah bergerak maju sekalipun pelan, teruslah bertindak sekalipun lambat, karena dengan terus bergerak anda mengalami kemajuan. Tindakan kecil demi tindakan kecil yang dilakukan dengan konsisten jauh lebih baik tinimbang bermimpi menyelesaikan persoalan dengan sekali tindakan. Bukankah peribahasa china mengatakan, ribuan li dicapai dengan diawali satu langkah pendek ??

Jadi berhentilah bermimpi tanpa tindakan nyata, sesungguhnya dreaming without action hanyalah sebuah jebakan syetan yang akan menjerumuskan manusia dalam kubangan angan angan hampa yang berujung pada rasa frustasi dan putus asa.

Wallahu’alam


YuK LaNJuTiN BaCaNYa ... Mau Tau CaRa MuDaH BiKiN WEB HANYA dengan 4 LANGKAH MUDAH ?? KLIK SAJA DI SINI LAH

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP